Recent post
Penulis : Karto, S.Pd.,M.M.
Pengajar di SMP Negeri 8 Toboali
Sekolah di
Indonesia memang sedang gencar menggalakkan program penanganan Kekerasan atau Bullying baik secara verbal maupun
secara fisik yang dapat mengganggu kesehatan mental dan fisik korbannya. Bahkan
disetiap sekolah telah dibentuk sebuah Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK)
Sekolah. Saya sendiri diamanahkan untuk menjadi ketua Tim ini di sekolah tempat
saya mengajar. Sedikit demi sedikit, saya mulai mempelajari tentang hal ini,
perilaku bully dan hal-hal
penyertanya. Dari pengalaman sendiri di sekolah, pengalaman guru-guru disekolah
lain, artikel-artikel tertentu, dan berbagai sumber bacaan lainnya, ada hal
menarik yang saya pelajari mengenai pencegahan dan penanganan perilaku bully ini yaitu perilaku tandingan lain
yang juga cukup berbahaya jika tidak diantisipasi yaitu playing victim. Menurut Kate Martindale dalam buku What Does Playing Victim Mean, playing
victim adalah peran yang dimainkan oleh seseorang sebagai korban untuk
mendapatkan perhatian atau memanipulasi suatu keadaan. Seseorang yang memainkan
peran sebagai korban ini akan membuat orang di sekitarnya berusaha masuk ke
dalam permainan mereka. Kalau ibu-ibu yang sering nonton sinetron disalah satu
televisi Indonesia pasti tau pola perilakunya yang tidak jauh dari konflik antara
menantu dan mertua, antar teman kampus, sesama pedagang, antar pegawai mencari
simpati atasan, atau bahkan antar istri pertama dan kedua, waduhhh.
Akibat dari
perilaku ini juga tidak bisa dianggap ringan. Banyak sekali kasus-kasus di
sekolah ataupun di masyarakat tentang bullying
yang ditelan mentah-mentah dan si pelaku langsung mendapat label jahat, nakal,
dan tidak memiliki adab, padahal kejadian sebenarnya belum tentu seperti itu. Padahal
yang mengaku dibully tidaklah sebenar-benarnya mengalami tindakan tersebut. Akibatnya
pun tidak main-main guys, bisa penjara, sanksi sosial, penyakit mental dan lain
sebagainya yang sudah tentu tidak kalah dari efek yang diakibatkan dari
perilaku bully yang selama ini kita
takutkan.
Sebagai guru
maupun orang tua dirumah saya pribadi harus mulai memberi perhatian lebih
terhadap hal ini mengingat akibat yang dtimbulkan juga sangat berbahaya.
Bayangkan mental anak-anak yang dituduh melakukan bully terhadap salah satu anak hanya dikarenakan suka atau tidak
suka, akan banyak wali murid yang beradu argumen dengan wali murid lainnya dan
saling mempertahankan bahwa anaknya adalah anak baik-baik dirumah, akan banyak
pertengkaran wali murid dan guru terjadi hanya karena pola sikap anak yang
ditunjukkan berbeda antara dirumah dan disekolah, banyak pekerja kehilangan
pekerjaannya dikarenakan laporan-laporan sepihak pegawai lain yang tidak valid
kepada atasannya. Disamping pencegahan dan penanganan bully yang juga sangat penting, mendalami adanya perilaku playing victim juga penting untuk
dilakukan, sebagai orang tua maupun sebagai pemegang otoritas tertentu agar
tidak menelan mentah-mentah laporan tentang bully
karena bisa diperhatikan bersama, perilaku dikalangan remaja sekarang ini
sangat ringan sekali mengaku korban bully
padahal faktanya di lapangan berbanding terbalik.
Kalau di sepak
Bola sudah ada Video Assistant Referee
(VAR) yang tugasnya membantu wasit memeriksa kembali keputusan dilapangan
terutama si pemain yang diving atau
tidak, maka TPPK di sekolah diharapkan dapat menjadi VAR bagi orang tua maupun
guru dalam menelaah kasus-kasus bullying
yang melibatkan murid, bahkan antar guru, antar wali murid dan tidak menelan
mentah-mentah laporan tertentu sehingga menimbulkan keputusan yang merugikan
orang lain. Mencegah dan menangani bully
sangatlah penting, namun mengantisipasi playing
victim dan memberi kesadaran kepada murid mengenai bahayanya perilaku ini juga
selayaknya diperhatikan, jangan sampai terjadi ‘korban bully ternyata pelaku bully’.
Penulis: Karto, Peraih Juara I Guru Inovatif
Terbit pula di timelines 8 November 2024
Jambore GTK Hebat 2024 yang sebelumnya bernama apresiasi guru, tahun ini sukses diselengarakan BGP seluruh Indonesia, tidak terkecuali Bangka Belitung. Penyelenggaraannya jauh berbeda dari yang sebelum-sebelumnya. Kategorinya pun tidak hanya guru namun juga tenaga kependidikan, pengawas, kepala sekolah,dan komunitas belajar pada satuan pendidikan, terbagi kedalam dua kategori besar yaitu inovatif dan dedikatif. Jika dahulu wawancara peserta via online, kemudian sang juara dipanggil untuk mengambil penghargaan saja, tahun ini berbeda.
Vibes-nya sama persis dengan ujian skripsi atau tesis di perguruan tinggi cuma agak lebih horor sedikit karena selain juri yang berasal dari dosen berbagai kampus ternama seperti UNJ dan lain-lain, audiens juga diberi kesempatan bertanya, mengulik sedalam-dalamnya program sekolah yang kita presentasikan. AC dingin hotel Soll Marina Pangkalpinang tidaklah lagi berasa. Dari pagi hingga malam selama dua hari, setiap kategori yang terdiri dari 5 besar peserta diberi waktu kurang lebih dua setengah jam, masing-masing 10 menit presentasi untuk setiap peserta. Sisanya apa? Yups “pembantaian” hehe
Empat sesi pertanyaan yang cukup mendebarkan. Sesi pertama, pertanyaan yang mengulik tentang program disampaikan oleh moderator untuk setiap peserta, sesi kedua pertanyaan super-super kritis oleh tim juri, sesi ketiga saling lempar pertanyaan antar peserta, dan sesi terakhir pertanyaan dari audiens lalu ditutup closing statement tiap peserta agar juri semakin yakin. Beradu data,argumen,dan sedikit nuansa debat.
Alhamdulillah, rejekinya berpihak pada keluarga besar SMPN 8 Toboali. Sekolah kecil, si bungsu negeri di Kecamatan Toboali. Dengan presentasi yang dibawakan Karto lewat program sederhananya yaitu TALENT WEEK, sebuah program yang mengintegrasikan kegiatan P5 dengan aktivitas pengembangan bakat berhasil meraih peringkat 1 dan Insyaallah salah satu dari banyak kategori yang mewakili Bangka Belitung di kancah Nasional. Sempat minder memang di mana pesaingnya dengan substansi keren-keren. Pemanfaatan AI, AR, diferensiasi produk, konten, dan lain sebagainya dengan akronim program yang gokil-gokil.
Dari statemen juri, dapat diambil kesimpulan, apa yang membuat juri terkesan yaitu Talent Week adalah program kolaborasi, kepala sekolah, guru,TU, wali murid dan murid.Setiap murid unik, maka filosofi Ki Hajar Dewantara bahwa guru harus menghamba pada murid harus dilaksanakan. Sekolah kita memang kurang kaya dari segi fasilitas, prestasi, dan lain-lain, kita cuma punya satu kekayaan yaitu kolaborasi keluarga spendela CERIA. Mari kita jaga jangan sampai goyah, semoga tetap kompak dan Ceria, Insyaallah SMPN 8 Toboali ‘Lumpat Jao’.
Berikut daftar juara lomba Jambore Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2024 asal Kabupaten Bangka Selatan:
1. Yani Septiani, S.Pd/SMK Negeri 1 Simpang Rimba [Juara 1 Guru SMK Dedikatif]
2. Karto, S.Pd., M.M/SMP Negeri 8 Toboali [Juara 1 Guru SMP Inovatif]
3. Ari Nurhidayah, A.Md/SD Negeri 9 Toboali [Juara 1 Tenaga Administrasi Sekolah]
4. Jamjam Sapaat, S.Pd/SMP Negeri 1 Simpang Rimba [Juara 2 Guru SMP Dedikatif]
5. Jasman, S.Pd.Ekop.M.Pd/SMA Negeri 1 Lepar Pongok [Juara 3 Kepala Sekolah Dedikatif]
6. Komunitas Belajar Komunikasi/SMAS Muhammadiyah Toboali [Juara 2 Komunitas Belajar Inspiratif]
Menurut Ki Hajar Dewantara, pengajaran
merupakan proses pendidikan dalam memberi ilmu untuk kecakapan hidup anak
secara lahir dan batin. Sedangkan Pendidikan memberi tuntunan terhadap segala kekuatan
kodrat yang dimiliki anak agar ia mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan
yang setinggi-tingginya baik sebagai seorang manusia maupun sebagai anggota
masyarakat. Jadi pendidikan dan pengajaran merupakan satu kesatuan yang tidak
dapat dipisahkan. Pendidikan merupakan sarana menuntun perkembangan kekuatan
kodrat yang ada pada anak-anak agar dapat memperbaiki dan mengembangkan
lakunya, sikapnya, dan tumbuhnya kodrat anak.
Pemikiran
Ki Hajar Dewantara ini merupakan landasan pendidikan Indonesia. Ki Hajar
Dewantara menekankan agar pendidikan selalu memperhatikan kodrat alam,
kemerdekaan, kemanusiaan, kebudayaan, dan kebangsaan. Semua ini tujuannya yaitu
agar terwujud pendidikan yang memerdekakan siswa. Memerdekakan dalam konsep
memanusiakan manusia tentu berhubungan dengan segala aspek fisik dan mental.
Relevansi pemikiran ini dari tahun berganti tahun, kurikulum berganti
kurikulum, kalau kita cermati bahwa dasar pemikiran Ki Hajar Dewantara inilah
yang menjadi acuannya. Dalam konteks penerapannya yang selama ini kami terapkan
di sekolah seperti segala bentuk program pendidikan karakter misalnya, Ekstrakurikuler,
pengembangan 4C pada pembelajaran abad 21 dan bahkan program adiwiyata sekolah
jika kita tarik garis besarnya semua berlandaskan pemikiran-pemikiran
pendidikan Ki Hajar Dewantara. Hanya saja perbedaannya di tiap kurikulum adalah
porsi setiap aspek yang dikembangkan yang berbeda.
Dalam
menjalankan aktivitas sebagai guru, sudah pasti dalam perencanaan
pembelajarannya selalu berorientasi pada siswa, kebutuhan, dan budaya belajar
siswa dalam pembelajaran. Hanya saja terkadang banyak hal tidaklah sesuai
dengan rencana dalam pelaksanaan. Hal ini bisa disebabkan pengetahuan guru itu
sendiri dalam menguasai metode pembelajaran dan menerapkannya di kelas serta di
luar kelas yang menyenangkan dan bermakna bagi siswa. Maka dari itu, dengan
adanya Program Calon Guru Penggerak ini dan materi pada modul ini khususnya,
merupakan kesempatan luar biasa bagi saya pribadi sebagai guru untuk terus
melatih diri dan berkembang dalam memberikan aksi-aksi baru di kelas, relevansi
materi kontekstual antara materi dan lingkungan sekitar, ice breaking, dan hal lainnya yang dapat membuat siswa saya merasa
merdeka dalam belajar sehingga pelaksanaan pembelajaran saya nantinya memang
sesuai dengan fondasi pemikiran pendidikan yang dikemukakan Ki Hajar Dewantara.
WA: 081373836232
Tugas Analisa Isu Kontemporer
Oleh Kelompok: 1
Pada
kegiatan MOOC anda telah mengerti dan memahami mata pelatihan “Analisis Isu
Kontemporer´ khususnya Isu Kontemporer Kasus Peredaran Narkoba yang ada di
Indonesia. Setelah menyaksikan video di atas maka diharapkan Anda :
1.
Dapat
megidentifikasi penyebab terjadinya kasus peredaran Narkoba
Jawab:
Banyak sekali faktor seseorang
menjadi pengedar /penyalahguna narkoba diantaranya
a.
Faktor ekonomi,tingginya tingkat Kemiskinan,
pengangguran, putus sekolah, dan ketelantaran di Indonesia dan tingginya biaya
untuk hidup menjadi jalan pintas seseorang untuk mendapatkan penghasilan yang
bnyak dengan menjadi pengedar narkoba.
b.
Faktor keluarga, seperti Hubungan ayah dan ibu
yang retak, komunikasi yang kurang efektif antara orang tua dan anak, dan
kurangnya rasa hormat antar anggota keluarga, tidak ada kasih sayang,
komunikasi, keterbukaan dan perhatian juga merupakan faktor yang ikut mendorong
seseorang terjerumus pada peredaran narkoba.
c.
Faktor pergaulan, seperti keinginan untuk
bersenang-senang, Keinginan untuk mengikuti trend atau gaya, Keinginan untuk
diterima oleh lingkungan atau kelompok, sehingga menyebabbkan seseorang dapat
terjerumus tanpa sadar atau berpikir panjang mengenai akibatnya.
d.
Faktor agama, Pendidikan agama sangat dominan
melindungi anak dari pengaruh penyalahgunaan narkoba. Akan tetapi anak-anak (generasi
muda) yang tidak pernah mendapatkan pendidikan agama sangat rawan melakukan
tindakan kriminal seperti menjadi pencandu Narkoba
e.
Faktor dunia luar, Budaya Global yang masuk via
elektronik dan media cetak sangat mempengaruhi generasi muda untuk meniru
budaya luar yang tidak sesuai dengan kpribadiaan bangsa Indonesia.
f.
Faktor pekerjaan, padatnnya pekerjaan
menyebabkan sejumlah public figur menyalahgunakan narkoba dengan alasan untuk
menghilangkan rasa lelah dan memberi stamina
2.
Bagaimana
dampak dengan adanya kasus peredaran narkoba di Indonesia dihubungkan dengan
agenda 1 (sikap perilaku bela negara)
Jawab:
Dengan maraknya pengedar narkoba
sudah pasti berdampak pada pengguna narkoba, Narkoba merupakan salah satu
faktor yang dapat mengancam ketahanan nasional karena dalam perkembangannya
penyalahgunaan narkoba oleh generasi muda dari tahun ke tahun terus mengalami
peningkatan. Maraknya penyimpangan perilaku generasi muda tersebut, dapat membahayakan
keberlangsungan hidup bangsa ini di kemudian hari. Bukan merusakan organ tubuh
saja , tetapi berdampak kepada Psikis seseorang termasuk emosional dan moral
nya pun ikut tertanggu dimana daya pikir menurun dan bahkan rusak, aktivitas
dan kreativitas menjadi menurun yang kemudian akan mempengaruhi produktivitas
dalam bekerja. Pemuda sebagai generasi yang diharapkan menjadi penerus dan
pemimpin bangsa, malah semakin hari semakin rapuh digerogoti oleh zat-zat
adiktif penghancur syaraf otak. Hal ini akan berdampak hilangnya suatu generasi
bangsa di masa yang akan dating.
3.
Anda
Sebagai Pegawai Negeri Sipil (ASN) Kemukan solusi anda untuk menanggulangi
kasus peredaran narkoba.
Jawab:
§
Membentengi
diri kita dengan nilai –nilai agama
§
Menyiapkan muatan lokal atau materi tambahan di
sekolah dimulai dari
Taman Kanak-Kanak (TK) setiap ahir dari pembelajaran, atau bisa juga
disampaikan pada saat binaan saat upacar atau kegiatan kegiatan lainnya,
mengenai bahaya, dampak dari pengedar maupun pengguna Narkoba.
§
Ikut Serta dalam rangka penyebarluasan informasi
tentang bahaya narkoba serta Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan
Peredaran Gelap Narkoba
§
Diharapkan ASN mampu mendeteksi dan melaporkan
kepada pihak yang berwenang jika ada peredaran Narkoba ditengah masyarakat,
maupun di tempat kerja dan dimana seorang ASN berdomisili untuk memutus
peredaran kasus Narkoba di Indonesia
§
Diharapkan pejabat ASN menjalani tes uji Narkoba
secara berkala untuk mendeteksi adanya tindakan penyalahgunaan narkoba di
kalangan pemerintahan
§
Memberikan edukasi kepada masyarakat tentang
bahaya narkoba melalui kegiatan penyuluhan maupun media sosial,
§
Mensupport orang yang sudah terlanjur memakai
narkoba dengan membujuknya untuk menjalani pengobatan di pusat rehabilitasi,\
§
Mendukung program pemerintah seperti program
BkkbN yaitu Duta Generasi Berencana yang berfungsi melakukan pendekatan kepada
khususnya anak muda agar terhindar dari narkoba
SINOPSIS
Didalam buku ini penulis menjelaskan tentang desanya serta usaha-usaha dalam menaungi pelajar sebagai tunas-tunas desa untuk terus belajar serta ikut aktif dalam pembangunan desa. Tantangan-tantangan yang di temui dilapangan merupakan pengalaman langsung dari penulis yang tentunya membuat buku ini semakin menarik untuk dibaca. Bagaimana pandangan penulis terhadap perkembangan di bidang pendidikan, budaya, dan politik di desanya akan dibahas berdasarkan kondisi nyata dilapangan.
Banyak sekali anak-anak desa
berpotensi yang tumbuh di daerah pedesaan. Sebanyak itu pula yang pergi
meninggalkan desanya demi meraih kesuksesan yang ditawarkan perkotaan. Hal ini
diperkuat dari sebagian besar orang tua di desa yang
berprinsip bahwa mudah memperkaya diri, bekerja di perusahaan-perusahaan besar,
PNS, dan lain sebagainya yang berada dikota-kota besar dengan banyaknya
anak-anak yang dijadikan percontohan kesuksesan jika berada di kota.
Disaat harapan orang tua umumnya sangat tinggi akan kesuksesan anaknya yang berada dikota, penulis justru pulang ke desa dimana dia dibesarkan tanpa tawaran dan kesempatan apapun dari desa ini terhadap kesuksesannya dimasa depan. Tidak ada pabrik, tidak ada perusahaan besar, tidak ada universitas, dan lapangan pekerjaan lain yang memberikan kesempatan sukses seperti di kota. Didalam buku ini akan dijelaskan kenapa penulis memilih untuk kembali ke desanya.
Hadirnya buku ini diharapkan dapat memotivasi para pemuda dan para calon sarjana yang sedang menuntut ilmu di luar desanya untuk tidak takut kehilangan kesempatan berkembang di desanya. Menerapkan ilmu untuk pekerjaan sembari untuk mengembangkan desa tentunya. Semoga menjadikan motivasi agar mereka bisa menjadi agen perubahan di desanya masing-masing secara universal.
Order di:
GUEPEDIA
https://www.guepedia.com/Store/lihat_buku/MjE0OTI=
TOKOPEDIA
https://tokopedia.com/guepedia/buku-pendidikan-tunas-desa-guepedia
GUEPEDIA STORE
https://guepediastore.com/products/5648159/tunas-desa
https://www.facebook.com/products/catalogs/749380945657989/products
INSTAGRAM SHOPPING
Silakan buka Instagram lalu cari Guepedia_Penerbitan dan masuk ke icon “Lihat Toko”, kemudian ketik judul di kolom “Search”.
1. Perwakilan Kabupaten pada Olimpiade Matematika tingkat SD (Aditiya)
2. Juara Favorit Fashion Carnival Kategori Pelajar TCOF II dengan tema telok herujo (Nurul Fadilla)
3. Juara 3 Fashion Carnival TCOF Season III dengan tema Bunga Matahari (Indah)
4. Juara 3 Fashion Carnival TCOF Season IV dengan tema Ratu Kayu Manis (Dira)
5. Finalis Runner Up III Bujang Bangka Selatan (Ari Firmansyah)
6. Finalis Bujang Favorit Bangka Selatan ( Yuspian)
7. Juara 1 Lomba photography Bangka Selatan (Ari firmasyah dan Dedi)
8. Juara 1 Parade Kain Batik Karnaval Peringatan 17 Agustus Tingkat Kabupaten
9. Juara 2 karnaval desa tema Parade busana kain batik (Tim Putri Kpedes)
10. Juara 2 bulutangkis O2SN tingkat SMK se Kabupaten Bangka Selatan (Rivaldo)
11. Juara 1 Cerita Rakyat Tempoe Doeloe (Affany Ashahlan)
12. Juara 2 Turnamen Mobile Legend Toboali ( Heldi, Sulastio, Yuspian)
13. Workshop mendongeng bersama kak awam (Ari Firmansyah dan Dedi)
14. Juara harapan 1 karnaval desa tema rebut kemerdekaan (Tim Putra Kpedes)
15. Juara 2 bulutangkis tingkat desa ganda campuran (Karto dan Maryati)
16. Juara 2 bulutangkis Tunggal Putra (Rivaldo)
B. Event yang diikuti:
1. Olimpiade Matematika Tingkat SD (Aditiya)
2. Fashion Carnival TCOF II
a. Ratu Payung Lilin : Utiya
b. Telok Herujo : Nurul Fadila
3. Fashion Carnival TCOF III
a. Raja Unggas : Affany Asyahlan
b. Ratu Bunga Matahari : Indah
c. Raja Merak : Zaryandi
4. Pawai Herujo TCOF III
5. Fashion Carnival TCOF IV
a. Bebeti : Reva
b. Ratu Kayu Manis : Dira
c. Ratu Kerang : Indah
6. Pawai Herujo TCOF IV
7. Bujang Dayang Bangka Selatan
a. Ari Firmansyah
b. Yuspian
8. Lomba Fotografi se-Bangka Selatan
a. Ari Firmansyah
b. Dedi
9. Karnaval 17 Agustus se Bangka Selatan
10. Karnaval Desa Serdang
11. Bulutangkis O2SN seBangka Selatan
a. Rivaldo
12. Toboali Tempoe Doeloe
a. Affany Asyahlan (Lomba Cerita Rakyat)
b. Main Pilun (Tim Kpedes)
13. Workshop Mendongeng
a. Ari Firmansyah
b. Dedi
14. Lomba Mobile Legends Toboali
C. Event yang diadakan:
1. Inisiator Pawai Taaruf desa serdang menyambut Bulan Suci Ramadhan
2. lomba mewarnai untuk anak SD
3. lomba cerdas cermat orang tua
4. Inisiator jalan santai berhadiah untuk masyarakat
5. Panitia acara budaya kawin masal
6. Lomba matematika ceria untuk anak SD
7. Lomba-lomba 17 agustusan
8. Senam sehat di pantai tanjung labun
9. Workshop komputer bagi pelajar
10. Wisata Belajar Bersama Komunitas
11. Try Out Ujian Nasional untuk anak SD
12. Santunan Kpedes kepada masyarakat terkena musibah
13. Tausyiah bagi pelajar dan masyarakat di Bulan Suci Ramadhan
14. Buka Bersama masyarakat Desa Serdang di Bulan Suci Ramadhan
15. Les Gratis untuk anak Kelas VI SD
16. Turnamen Bulutangkis Open Zonasi 8 Desa
D. Rencana Kegiatan yang belum terealisasi:
1. UMKM Kpedes, langkah menuju KPEDES Mandiri
2. Pembinaan Berkelanjutan Tim Voli
3. Pembinaan Berkelanjutan Tim Futsal
4. Pembinaan Berkelanjutan Tim Bulutangkis
5. Pembinaan Keagamaan Pelajar
6. Lomba Keagamaan (MTQ, Hafalan ayat-ayat pendek, Adzan, dll)
7. Pembinaan Kerajinan dari bahan yang tidak terpakai
8. Pendirian Taman Bacaan
9. Pendirian Sekretariat Kpedes
FOTO KEGIATAN


.png)








































