Popular Post

Postingan Populer

Recent post

Archive for Juni 2020

            

 

            Nama       : Nurul Fadilah      

            TTL         : Serdang,1 Februari 1999  

            Agama     : Islam

            Pekerjaan : Mahasiswi IAIN SAS BABEL

            Jurusan     : Perbankan Syariah

            

  Media               : https://swakarya.com/peluang-membuka-wirausaha-di-tengah-pandemi-covid-19/

Tanggal Terbit    : 27 Juni 2020

 

Covid-19 merupakan virus corona yang berasal dan pertama kali muncul dari kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019, tidak perlu waktu lama setelah penyebarannya, WHO menetapkan status wabah global atau pandemi Covid-19. Di duga Covid-19 ini berasal dari hewan kelelawar dan setelah di telusuri, orang-orang yang terinfeksi virus ini merupakan orang-orang yang memiliki riwayat telah mengunjungi pasar basah makanan laut dan hewan lokal di Wuhan, China. Indonesia merupakan salah satu negara yang terinfeksi pandemi Covid-19.

Pandemi Covid-19 yang menyerang dunia pada tahun ini cukup mempersulit keadaan  ekonomi negara-negara di dunia termasuk Indonesia. Bagaimana tidak, harapan adanya perbaikan ekonomi di tahun ini menjadi tertunda dengan datangnya wabah covid-19. Virus yang berasal dari China ini berhasil menyebar secara cepat dan luas ke berbagai negara, berhasil membuat ekonomi dunia kewalahan dan memicu munculnya krisis baru. Banyak perusahaan yang memulangkan para perkejanya dikarenakan harus mematuhi protokol kesehatan, dalam hal ini tentu saja banyak elemen masyarakat dan pelaku usaha yang dirugikan terutama pada sisi ekonomi.

Masyarakat dianjurkan untuk berada dirumah saja sebagian memang masih dapat melakukan dan menyelesaikan pekerjaannya melalui daring meskipun sedang berada dirumah. Namun, tidak semua pekerjaan dapat dilakukan dirumah. Lalu, bagaimana solusi bagi mereka yang tidak dapat bekerja dari rumah? Salah satu solusi untuk tetap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dan memperoleh pendapatan dari rumah adalah berwirausaha.

Pelaku usaha dapat melakukan dan melihat peluang usaha selama Covid-19, dapat kita lihat bahwa peluang usaha selama masa Covid-19 lumayan memberi celah bagi pelaku usaha. Para pelaku usaha harus dapat menentukan strategi agar tetap memenuhi kebutuhan konsumen, dari sini pelaku usaha dapat menerapkan sistem pesan antar karena berkaitan dengan anjuran pemerintah yang mengharuskan masyarakatnya berada dirumah saja dengan adanya pesan antar (delivery) para konsumen tidak perlu lagi keluar rumah untuk memenuhi kebutuhan seperti bahan pokok, makanan cepat saji, makanan ringan, bahkan keperluan yang lainnya.

Dalam kondisi ekonomi yang menghimpit sebagian banyak orang seperti ini harus pandai menangkap peluang, salah satu alternatif memulai usaha yaitu memulai usaha dari kejadian. Pilihan bagi pelaku usaha pada kondisi ini adalah memilih tetap bergerak pada jenis usaha yang sudah ada sebelum masa Covid-19 dengan menerapkan strategi baru, dapat menarik minat konsumen dan inovasi baru, atau memilih untuk bergerak pada jenis usaha baru yang unik dan muncul melalui kejadian, peluang seperti ini jangan sampai terlewatkan karena bagi pelaku usaha, peluang usaha yang seperti inilah kesempatan untuk memperoleh keuntungan. Karena jika tidak pandai dalam menangkap peluang usaha kondisi ekonomi akan semakin terhimpit dan kesempatan yang ada pun akan terbuang sia-sia tanpa menghasilkan manfaat bagi orang lain. 

Pelaku usaha juga harus dapat berpikir kreatif dan inovatif apalagi kondisi seperti ini menuntut para pelaku usaha untuk memikirkan dan mempertimbangkan pemikiran-pemikiran baru. Dalam kondisi seperti ini pelaku usaha juga harus mempertimbangkan penetapan harga jual, harga jual yang ditetapkan pada suatau barang atau jasa yang akan dijual kepada konsumen harus sesuai dengan daya beli konsumen, jika harga yang ditetapkan berada pada titik diatas titik daya beli konsumen maka konsumen tidak dapat mendapatkan barang atau jasa tersebut, pelaku usaha pun kemungkinan kecil untuk mendapatkan keuntungan yang besar. Berlaku sebaliknya, jika harga jual berada pada titik balance dengan daya beli konsumen, maka tingkat penjualan berpeluang akan meningkat meskipun pada kondisi yang seperti ini.


LAGILAGI PPDB


Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) telah membuat berbagai aktivitas-aktivitas yang semestinya dianggap mainstream menjadi aktivitas-aktivitas yang ekstrim jika dilakukan. Memang sulit untuk diterima ketika kita harus menuruti himbauan pemerintah untuk meninggalkan kebiasaan-kebiasaan yang bahkan telah auto-pilot bagi fungsi otak dan tubuh kita. Aktivitas-aktivitas biasa seperti berkumpul bersama teman-teman, pergi ke pasar, sekolah, ke tempat wisata, bersalaman bahkan sholat berjamaah telah menjadi aktivitas yang ekstrim jika kita tetap memaksa untuk melakukannya. Semua kalangan mengalami  dampak yang cukup signifikan dari pandemi ini, tak terkecuali para remaja yang berstatus pelajar dan mahasiswa.

Selama lima sampai dengan enam hari dalam satu minggu, remaja-remaja ini biasanya mempunyai kehidupan yang cukup berat namun pula menyenangkan bersama keluarga baru yang sebaya mereka. Interaksi remaja di kehidupan sekolah, kampus, pesantren, dan lainnya adalah masa-masa yang harus mereka lewati dalam membentuk kemampuan sosial diantara mereka. Memang terkadang pelajaran-pelajaran yang diberikan membuat remaja-remaja ini jenuh. Pada kenyataannya hari libur dan jam kosong merupakan oase ditengah gurun bagi sebagian dari mereka. Ketika pengumuman pemerintah mengenai peliburan sekolah, kampus, dan sektor lainnya, oase yang mereka rasakan selama ini telah berubah menjadi sungai yang mengalir begitu deras. Keharusan untuk cemas dalam situasi ini malahan tidak berlaku bagi sebagian dari remaja-remaja ini.

Pandemi ini telah menawarkan waktu bersantai yang cukup lama bagi remaja-remaja ini. Banyak hal yang dilakukan dimasa hadiah libur pandemi ini. Kebanyakan dari mereka berusaha untuk melakukan interaksi dengan cara baru. Bahkan menurut hasil riset yang disampaikan Head of Content and User Operations TikTok Indonesia, aplikasi video pendek TikTok mencatat kenaikan pengguna  di Indonesia sekitar 20% selama pandemi corona dibandingkan biasanya.  Begitupun media sosial, aplikasi online meeting dan game online juga mengalami peningkatan signifikan. Untuk anak di pedesaan, memancing ke sungai dan berkebun juga merupakan alternatif dalam menghadapi masa-masa sulit ini. Namun kebanyakan semuanya dilakukan serba online, belajar sendiri dirumah dengan paket internet bulanan di android  masing-masing.

Hal ini malah menimbulkan kecemasan akan bahayanya belajar tanpa guru bagi anak-anak remaja ini. Mengingatkan kembali sebuah anekdot yang berkembang dari para orang tua diwaktu kecil bahwa ‘belajar gerakan sholatpun tak cukup dengan buku saja, harus ada gurunya. Orang yang belajar gerakan sholat lewat buku saja tak pernah rukuk, sujud, dan gerakan lainnya, lah yang ada keterangan gerakan sholat cuma dihalaman pertama pas gambar berdiri doang.’ Begitupun bahaya dimasa sekarang, kepungan tautan-tautan hoax, ujaran-ujaran kebencian menjurus radikalisme, berita konspirasi-konspirasi sejarah yang belum tentu benar, video-video yang kurang mendidik akan mudah mereka akses mengingat keterbatasan interaksi guru dalam memberi saran kepada anak seusia mereka. Hal ini juga diperparah dengan banyaknya orang tua siswa yang belum mengerti benar teknologi yang digunakan anak-anak mereka baru-baru ini. Meskipun demikian, sebaiknya orang tua harus selalu bertanya dan melakukan pendampingan terhadap apa yang diakses anaknya ketika belajar dirumah, bisa juga dengan cara minta diajari kepada anak tentang apa yang sedang di gemari anak-anak seusia mereka, hal ini secara tidak langsung sekaligus mengawasi apa yang mereka kerjakan.

Kesenjangan digital juga sering membuat beberapa pelajar mengalami defisit informasi. Entah itu karena sinyal layanan internet yang belum hadir didaerahnya atau bahkan ada yang belum memiliki HP berbasis android dan sebagainya demi melakukan virtual meeting, sekolah online dan menerima informasi lain-lainnya. Oase yang mereka terima diawal bulan kemarinpun seolah menenggelamkan mereka dalam raut kesedihan, bukan hanya karena korban infeksi virus yang terus bertambah namun karena sadarnya mereka bahwa banyak momen besar yang terlewatkan dikarenakan oleh pandemi ini.

Tidak adanya perpisahan sekolah, belakangan ini perpisahan sekolah telah menjadi momen  besar yang juga ditunggu-tunggu oleh para orang tua. Banyak sekolah telah mengkonsep perpisahan anak didiknya dengan konsep yudisium megah. Proses mengkalungkan Gordon, memanggil siswa-siswi berprestasi, memakai jas dan kebaya, pandemi ini telah membuat semuanya itu menjadi angan saja dimana pengumuman anak sekolah hanya diumumkan lewat kontak  pribadi masing-masing siswa. Sungguh kontras dari apa yang telah dikonsepkan sebelumnya.

Wisuda juga merupakan momen ceremonial paling ditunggu oleh para mahasiswa, tetapi sebagian kampus harus melakukan penundaan. Padahal disinilah puncak dari perjuangan, sebelum masuk ke fase perjuangan berikutnya bukan cuma perjuangan mahasiswa itu sendiri namun juga perjuangan orang tua dalam membiayai perkuliahan mereka selama ini. Ada anggapan bahwa ijazah hanya menandakan bahwa kita pernah sekolah saja, bukan menandakan bahwa kita pernah berfikir. Pernyataan dari salah satu tokoh akademisi terkenal ini sebenarnya bermaksud baik namun belakangan telah digunakan untuk mendiskreditkan orang-orang berijazah dan meng-compare dengan yang lain. Bagi mereka yang sungguh-sungguh dalam membaca referensi, menulis kembali, meneliti, mengolah, dan mengujikannya didepan para akademisi tentu akan tau perbedaan dengan mereka-mereka yang memperoleh referensi dari blogger-blogger pribadi dan berbagai sumber yang bahkan belum jelas kesahihan sumbernya dan tanpa diujikan pula.

Bukan hanya itu, lulusan sarjana dan siswa ditengah pandemi ini juga dihadapkan pada penilaian remeh dari beberapa orang. Tak jarang beberapa dari mereka juga menyematkan penambahan gelar seperti, Sarjana Pendidikan Corona (S.Pd.,Cor.), Sarjana Teknik Corona (S.T.Cor), anak SD, SMP, SMA disebut lulusan corona dan lain sebagainya. Mereka seolah-seolah dianggap lulusan give away, penuh bonus dan lain sebagainya. Najwa Shihab dalam akun Instagramnya pun berusaha menenangkan dengan menyebutkan bahwa lulusan ini adalah lulusan LDR, lulusan tahan rindu, bukan toga dan ijazah, tapi upaya dan jerih payah, sebagai bukti angkatan lulusan 2020 adalah angkatan emas Indonesia. Memang benar adanya, tanpa disadari lulusan 2020 merupakan lulusan yang jauh lebih berkembang dengan kemampuan digital yang meningkat, penuh kreatifitas, mempunyai mental tangguh ditengah pandemi ini, dan visioner memikirkan pemulihan dunia setelah pandemi ini berakhir. Maka dari itu tak ada pilihan untuk berkecil hati bagi mereka yang lulus di tahun ini.

Untuk adik-adik pelajar dan mahasiswa, pandemi ini boleh saja mengambil sedikit kesempatan  pada beberapa momen besar dalam kehidupan kalian. Namun jangan mau kalah untuk memperbesar harapan akan kesuksesan dikemudian hari. Jangan mau kalah dari cibiran diantara mereka yang bahkan adalah kawan-kawanmu. Jangan terlena waktu bersantai dirumah yang ditawarkan pandemi ini. Apa yang dibaca dan dipelajari hari ini mungkin saja hanya jadi nilai dilembaran kertas raportmu, namun siapa tau akan jadi penolongmu di masa depan. Jadi mari mendisiplinkan diri dalam menghadapi pandemi ini sesuai perannya, ikhtiar sesuai kemampuannya, doa, dan tawakal serta tetap isi kepala dengan hal-hal positif dari literatur-literatur resmi yang jelas sumbernya. Percayalah, selalu ada pulang bagi mereka yang datang apalagi tak diundang.

 

"Karto, S.Pd.,MM"

Oleh: 
Ari Firmansyah
"Ketua Karang Taruna Bekisa Desa Serdang"
"Salah Satu Pembina di Komunitas Pelajar Desa Serdang"

Assalamu'alaikum Warrohmatullahi Wabarakatuh

Berdiam diri tidak memastikan anda terhindar dari tertularnya Virus Covid-19 ini. Tanpa melawan tidak menutup kemungkinan virus ini akan menyerang kita, dikarenakan melemahnya sistem kekebalan tubuh kita untuk menangkal berbagai virus masuk kedalam tubuh, meskipun  kita sudah berdiam diri dirumah. 

Banyak faktor yang mengakibatkan melemahya sistem kekebalan tubuh kita, oleh karena itu tulisan gerakan sederhana melawan Covid-19 ini dibuat untuk mengajak masyarakat semua bersatu melawan Covid-19 tetapi tidak dilakukan dengan cara berkumpul melainkan di lakukan sendiri dan tergolong praktis serta tidak memakan biaya. Berikut beberapa langkah gerakan  sederhana lawan Covid-19 :

1.       Tidur Cukup

Ternyata tidur yang cukup itu dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh loh! Menurut National Sleep Foundation, orang dewasa dan orang tua harus tidur setidaknya 7 hingga 9 jam per malam untuk membantu berbagai fungsi tubuh agar berfungsi dengan baik, hal ini tentunya mudah dilakukan. 

2.       Bangun pagi

Tidur terlalu lama ternyata dapat membuat kecemasan loh! yang tentunya dapat mengurangi sistem kekebalan tubuh kita. Oleh karena itu kita disarankan untuk bangun pagi. Bangun pagi dilakukan seluruh umat Islam untuk beribadah Sholat Subuh, juga bisa membuat orang lebih semangat untuk berolahraga dan menghirup udara segar. Olahraga dan menghirup udara segar di pagi hari dapat menenangkan suasana hati dan mampu meningkatkan energi untuk beraktivitas, tentunya hal ini akan membuat kita lebih tenang.

3.       Sarapan 

Salah satu manfaat sarapan pagi adalah sebagai sumber energi. Ini menjadi alasan mengapa sarapan sangat penting dalam memulai hari Anda. Tentunya dengan sarapan membuat anda lebih bersemangat dan lebih kuat sehingga kemungkinan sistem kekebalan tubuh anda menurun itu kecil sekali dikarenakan tubuh anda terisi oleh sumber energi yang berasal dari sarapan anda tadi.

4.       Berjemur 

Berjemur di pagi hari ternyata dapat meningkatkan system kekebalan tubuh loh! Selain itu sinar matahari dipagi hari juga dapat membantu mencegah berbagai penyakit dan penyebab infeksi terutama yang disebabkan oleh virus.

5.       Mandi

Selain membuat badan anda bersih, ternyata mandi dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh juga loh! Mandi dapat menstimulasi pembentukan sel imun yang ada di kelenjar getah bening dan pembuluh darah. Saat mandi, produksi sel darah putih dalam tubuh meningkat, sehingga tubuh dapat lebih terlindungi dari ancaman seperti virus, bakteri, jamur, dan sebagainya.

6.       Ibadah 

Setelah banyak usaha yang kita lakukan, kita harus tawakal akan semua yang telah Allah Swt. tetapkan untuk kita. Dengan ibadah, tentu kita akan memiliki keyakinan lebih untuk  menang melawan Covid-19 yang didasarkan pada tata cara dan syariat agama masing-masing. Ibadah dilakukan bukan hanya sekedar proses akan tetapi inilah bentuk syukur dan ridha kita kepada Tuhan Yang Maha Esa yang maha menciptakan segala sesuatu atas kehendaknya.

Demikian beberapa langkah sederhana melawan Covid-19 ini. Pada intinya, walaupun segala aktivitas dibatasi, kita harus tetap melawan dengan kiat-kiat diatas demi meningkatkan kesehatan tubuh. Semoga bermanfaat dan mari bersama-sama kita berdo’a, semoga pandemi ini segara berakhir. 

 Wassalamu'alaikum Warrohmatullahi Wabarakatuh

“Ari Firmansyah”

        


Klik link dibawah ini untuk pendaftaran:

- Copyright © BANGKU BELAKANG - Devil Survivor 2 - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -